Thursday, November 25, 2010

Monza


Meski mengalami berbagai perubahan selama sejarah panjangnya, Monza, atau Autodromo Nazionale di Monza, tetap dikenal secara luas sebagai salah satu sirkuit terbaik di dunia, dan merupakan salah satu rumah spiritual untuk F1. Monza telah menjadi tuan rumah setiap Grand Prix Italia, kecuali satu, semenjak dimulainya kejuaraan dunia pada tahun 1950. Kombinasi sejarah sirkuit dan fans Ferrari dari Italia, atau Tifosi, membuat atmosfir yang tidak ada bandingannya di tempat lain di dalam kalender F1, dengan kemungkinan pengecualian untuk Grand Prix San Marino di Imola.

Sirkuit semula, yang dulunya dibangun pada tahun 1922 di sebuah taman dekat Milan, terdiri dari sirkuit dan sebuah trek oval yang cepat, dan resmi dibuka untuk menggelar GP Italia kedua pada September tahun itu, dimana sebelumnya GP Italia pertama digelar pada tahun 1921 di Brescia. Balapan didonimasi Fiat, yang saat itu meraih empat tempat teratas.

Sayangnya, tragedi pertama kali datang di Monza pada tahun 1928, saat setir Emilio Materassi rusak, menghasilkan salah satu kecelakaan Grand Prix terburuk sepanjang masa. Materassi tewas seketika saat mobilnya menabrak pembatas trek, dan 20 penonton tewas karena terkena puing-puing mobil Materassi yang beterbangan. Akibatnya, balapan sempat dilarang di trek kecepatan tinggi ini sampai tahun 1932. Setelah Giuseppe Campari, Baconin Borzacchini dan Count Czaikowski kehilangan nyawa mereka pada tahun 1933, layout trek dimodifikasi dengan menghilangkan trek lurus yang lebih panjang dan menambahkan dua chicane. Perubahan lebih lanjut dibuat pada tahun 1938 dan 1939, dengan tambahan dua tikungan, sementara permukaan trek direnovasi dan tribun baru juga dibangun.

Selama Perang Dunia II, sirkuit digunakan untuk tempat kendaraan militer, dan sempat rusak parah karena pengeboman. Meski balapan F1 dimulai pada tahun 1950, renovasi penuh belum dilaksanakan sampai tahun 1955. Balapan pertama dimenangkan oleh Giuseppe Farina, dan dua balapan selanjutnya oleh Alberto Ascari, keduanya dari Italia. Legenda Argentina Juan Manuel Fangio meraih tiga kemenangan berikutnya. Kemudian untuk sisa dekade tersebut, Inggris mendominasi sirkuit, dengan tiga kali juara untuk Stirling Moss, dan sekali untuk Tony Brooks.

Pada tahun 1960 dan 1961, pembalap Amerika Phil Hill di atas Ferrari menjadi juara, tetapi balapan tahun 1961 kembali dinodai oleh tragedi, saat tabrakan antara Jim Clark dan Wolfgang von Trips menyebabkan von Trips dan 11 penonton tewas.

Perbaikan kemudian dibuat, termasuk penambahan area run-off dan dinding pengaman yang baru, dengan chicane menggantikan tikungan yang miring. Saat kecepatan terus meningkat, dua chicane tambahan dibuat pada tahun 1972, tetapi setelah kematian lima pembalap motor pada tahun 1973, kedua chicane dibangun ulang, dan satu lagi dibuat pada tahun 1976.

Sepanjang 1970an dan 1980an, perbaikan masih dilakukan demi keselematan, dan meski Monza tetap merupakan trek yang luar biasa cepat, balapan tahun 1971 bertahan sebagai yang tercepat di dalam catatan rekor, diselesaikan pada kecepatan rata-rata 242,616 km/jam (150,755 mil/jam) oleh Peter Gethin asal Inggris. Balapan tersebut juga menghasilkan finish terdekat sepanjang masa, dimana Gethin mengalahkan Ronnie Peterson dengan selisih 0,01 detik - saat F1 masih memiliki dua angka di belakang koma. Rekor tersebut mungkin sudah dipecahkan Rubens Barrichello dan Michael Scumacher di Indianapolis 2002, saat Rubinho finish 0,011 detik di depan Schumi.

Chicane kembali ditambah setelah kematian Ayrton Senna dan Roland Ratzenberger pada tahun 1994, dan chicane pertama di trek lurus utama diperbaharui dengan harapan untuk mengurangi kecelakaan pada tahun 2000. Namun, saat balapan tahun itu seorang marshal tewas akibat kecelakaan besar di chicane kedua.

Meski dengan segala usaha untuk mengurangi kecepatan di Monza, trek lurusnya tetap memastikan semua pembalap untuk flat-out di sebagian besar waktu balapan, dan saat babak kualifikasi tahun 2002, Juan Pablo Montoya menyelesaikan satu lap tercepat di F1, dengan kecepatan rata-rata 259,827 km/jam (162,392 mil/jam).