Grand Prix Jepang pertama kali digelar di Fuji Speedway pada tahun 1976, tetapi setelah tabrakan antara Gilles Villeneuve dan Ronnie Peterson di tahun 1977 yang menyebabkan kematian seorang marshal dan beberapa penonton, balapan kemudian dipindahkan ke Suzuka, dimana GP Jepang selalu diadakan di sana sejak 1987 sampai Fuji kembali menjadi tuan rumah tahun 2007.
Sirkuit Suzuka didesain oleh John Hugenholtz dari Belanda pada tahun 1962 sebagai trek uji coba untuk Honda, dan unik untuk F1 karena lokasi dan layoutnya, terdiri dari bentuk menyerupai angka delapan yang termasuk di dalam sebuah taman rekreasi. Suzuka juga termasuk diantara yang terpanjang di F1, dan menyuguhkan beberapa fitur menantang lainnya, termasuk start yang menurun, sebuah variasi tikungan cepat dan chicane sempit, dan jumlah tikungan kiri dan kanan yang sama, sebuah ciri khas yang unik sampai dibangunnya Shanghai International Circuit yang baru di China.
Suzuka umumnya dikenal sebagai sirkuit terhebat sepanjang masa baik oleh para pembalap maupun penonton, dengan banyaknya tantangan teknis untuk pembalap, juga beberapa titik kesempatan untuk menyusul, keduanya membuat balapan menarik.
Daya tarik tambahan datang dari fakta bahwa Suzuka biasanya menjadi tuan rumah balapan terakhir atau kedua terakhir untuk kalender F1, dan sekitar setengah dari jumlah balapan di Suzuka telah menjadi penentu kejuaraan dunia.
Balapan pertama di Suzuka merupakan salah satu contohnya, dimana kemenangan diraih Gerhard Berger untuk Ferrari, tetapi gelar juara dunia diberikan kepada Nelson Piquet oleh rekan setimnya di Williams Nigel Mansell, setelah ia terluka akibat kecelakaan saat latihan.
Kemudian, pada tahun 1989 dan 1990 datang pertarungan kejuaraan kontroversial antara Ayrton Senna dan Alain Prost, yang menyaksikan keduanya bertabrakan dalam kedua kesempatan tersebut. Di tahun 1989, Prost membanting setir ke arah mobil Senna saat ia mencoba menyusul, memastikan Senna tidak akan bisa merebut gelar dari Prost, kemudian pada tahun 1990 Senna memaksa Prost keluar trek bersama-sama di tikungan pertama selepas start, sebuah gerakan yang kemudian Senna akui disengaja, yang memastikan ia menjadi juara dunia.
Yang lebih baru, dan tentunya lebih sportif, sebagian besar hiburan disajikan dari persaingan antara Michael Schumacher dengan Mika Hakkinen, dengan kemenangan Schumi tahun 2000, di kondisi basah, memberinya gelar dunia pembalap ketiga dan pertama untuk Ferrari sejak Jody Scheckter dua puluh satu tahun sebelumnya, sementara untuk tahun 2003, posisi pertama diraih Rubens Barrichello, tetapi Schumi berhasil mendulang poin yang memberinya gelar keenam, mengalahkan rekor yang dipegang legenda Argentina Juan Manuel Fangio sejak 1957.
Siapa yang bisa melupakan GP Jepang 2005?