Thursday, December 9, 2010

FIA GT1 2010 - Round 2 Silverstone


Postingan ini didedikasikan untuk seorang teman yang bernama Chris Hall dari Thornbury, South Gloucestershire, Inggris. Chris datang langsung ke sirkuit untuk menyaksikan balapan ini di Silverstone pada bulan Mei lalu. Meski ia sempat merekam video di pinggir trek dengan kamera Kodak Zx1 miliknya, kami harap ia bisa senang karena bisa melihat seluruh proses balapan di sini. Berikut video dari kedua race:

FIA GT1 2010 - Round 2 Silverstone
(1-2.05.2010)



Race 1

Length: 1:30:30
Video Quality: TVRip
Video: codec: MPEG-4 AVC (H.264), frame size: 640 x 360 bitrate: 2111 kb / s
Audio: Language: English, translation: the original codec: AAC, bitrate: 89.4 kb / s

DOWNLOAD



Race 2

Length: 1:30:01
Video Quality: TVRip
Video: codec: MPEG-4 AVC (H.264), frame size: 640 x 360 bitrate: 2121 kb / s
Audio: Language: English, translation: the original codec: AAC, bitrate: 89.0 kb / s

DOWNLOAD


Selamat menyaksikan, dan kami harap Chris juga bisa mendonlotnya!

Wednesday, December 8, 2010

F1 2010 END-SEASON REVIEW


Sebelum kita melangkah ke tahun 2011, mari kita lihat ke belakang apa saja yang telah terjadi selama Kejuaraan Dunia F1 2010 berlangsung. Mulai dari Bahrain, sampai Abu Dhabi. Musim 2010 telah menciptakan rekor baru. Kami telah menyusun artikel-artikel yang khusus dirangkum untuk Anda ZF1ers!

REVIEW LENGKAP F1 2010:

Selamat menikmati! XD

Sunday, December 5, 2010

Komitmen Pemerintah



OK, 100.000 orang bisa berkumpul untuk mendukung Timnas Garuda di Gelora Bung Karno.

Suatu negara berkewajiban untuk mengembangkan dan mendukung setiap olah raga agar dapat mengharumkan nama bangsanya. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Bagaimana bisa kalah dari Malaysia dan Singapura?

Di Indonesia sendiri memilki dua sirkuit internasional dengan grade yang masih bisa ‘menampung’ balapan sekelas WTCC atau Motogp, tidak terlalu buruk. Ditambah degan sirkuit-sirkuit kecil permanen lainnya. Tapi Indonesia tidak mempunyai penjenjangan yang jelas untuk menuju balapan tertinggi kelas internasional. Sangat menyedihkan bagi suatu negara yang berpenduduk 200 juta jiwa lebih kurang memiliki fasilitas untuk mengembangkan karirnya. Pemerintah seharusnya berpikiran lebih maju, bukan malah melakukan tindakan-tindakan represif seperti menangkapi balapan liar. Balapan liar di jalan raya yang notabene fasilitas umum adalah perbuatan melanggar hukum. Tapi coba jika minimal setiap kota/kabupaten atau minimal provinsi ada sirkuit permanen resmi saya kira balapan liar akan sangat berkurang secara signifikan. Dan harus disertai juga banyaknya kejuaraan otomotif di berbagai jenis dan kelas balapan.

Biasanya para pembalap yang mau maju akan tinggal di luar negeri. Ananda mikola, Zahir Ali, Alexandra Asmasoebrata, Rio Haryanto, Doni Tata, Rifat Sungkar, Hendriansyah, Subhan Aksa dan banyak lagi yang lainnya adalah nama-nama pembalap yang masih atau pernah berlaga di tingkat internasional. Sampai saat ini pencapaian tertinggi karir pembalap Indonesia hanya sampai A1, F3000 internasional (sekarang F2), sempat WRC (bukan kelas puncak), kelas 500cc (dulu tahun 1970an), GP 250 cc, dan supersport dunia. Bisa dibilang para pembalap kita masih tertahan di kelas dibawah kelas tertinggi, masalahnya klasik yaitu dukungan sponsor yang kurang. Padahal seorang pembalap baru untuk dapat ke kelas puncak butuh dukunga dana besar baik untuk prosesnya maupun untuk ‘upeti’ tim. Jadi sampai dimana dukungan pemerintah?

Media massa memegang peranan penting di dalam memasyarakatkan olahraga otomotif. Namun saya secara pribadi sangat kecewa dengen ekspose yang sangat-sangat berlebihan sekali pada atlet olah raga lain yang jika dibandingkan dengan prestasi Rio Haryanto di tingkat internasional kelasnya sangat jauh, kelas sapi dan kelas kambing. Sorry harus dibilang begitu karena media berperan dalam ‘menenggelamkan’ berita dunia otomotif dibanding berita olah raga lainnya. Bahkan bagi pemegang hak siar balapan tertinggi pun sampai sekarang masih banyak keluhan karena kualitasnya tidak memuaskan.

So…sekarang waktunya menanti komitmen pemerintah kepada dunia otomotif agar dapat merubah semuanya menjadi lebih baik.(KF)

PREDIKSI TOPIK HANGAT F1 2011


Setiap tahunnya F1 akan sangat diramaikan oleh berita-berita baik mengenai persaingan di dalam sirkuit maupun di luar sirkuit. Mulai dari ulasan teknis, politis, marketing sampai gosip akan diulas tuntas bagaikan infotainment para selebritis. Berikut prediksi topik hangat yang akan dibahas di 2011:

1. Ulasan teknis, ulasan tekns mengenai KERS dan komponen-komponen baru lainnya yang diciptakan hasil dari invovasi beberapa tim akan banyak didiskusikan karena akan menjadi kunci kesuksesan timnya. Hal ini juga akan berkaitan erat dengan akan banyaknya berita mengenai spy antar tim.

2. Kimi Raikkonen, pembalap yang satu ini masih sangat dinantikan oleh banyak fans F1 di seluruh dunia, terutama para fans wanita. Makanya jangan heran berita kembalinya Kimi ke F1 akan sangat dinantikan. Beritanya akan kembali menghangat dikala (jika jadi) Mark Webber mengumumkan pensiun di akhir musim. Maka bukan hal yang tidak mungkin ketika masih di pertengahan musim pun beritanya akan kembali panas. Namun keputusan ada di pihak Red Bull dan Kimi. Jika Kimi tidak terlalu mematok harga gaji mahal, maka kemungkinan Kimi bisa kembali ke F1 dengan mobil yang sama dengan sahabatnya karena walau bagaimanapun Kimi adalah pembalap yang sangat berpengalaman dan sangat kencang. Tapi jika keputusan sang big boss akan mengambil pembalap muda lainnya, maka akan sangat seru kita menantikan siapa penggantinya. Satu pertanyaan bagi kita adalah apakah Kimi akan men-salto-kan mobil F1nya jika kembali ke F1?

3. Kompetisi para penantang juara dunia pasti tidak akan lepas dari pemberitaan dan diskusi hangat atau bahkan sangat panas diantara fansnya. Topik ini juga akan masih terkait dengan isu kontroversi Team order dan ‘kenakalan’ pembalap. Pertanyaannya kapan dan dimana seorang pembalap akan disuruh minggir? Apakah ada pembalap yang akan ditilang lagi? Apakah akan ada pembalap yang melanggar regulasi lagi?

4. Suksesi Bernie akan makin hangat diperbincangkan berhubung semakin tuanya sang supremo F1 karena sebuah organisasi yang sehat harus terdapat sistem suksesi yang mulus. Apalagi FOM yang dipimpin oleh Bernie berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Jadi pertanyaannya adalah siapa pengganti Bernie? Mr flav kah?

5. Era mesin turbo akan segera datang kembali ada yang senang dan ada juga yang ketar-ketir dan ada juga yang bergerilya untuk menggolkan rancangannya. Akan sangat menarik melihat tarik ulur para konstruktor F1 untuk merumuskan regulasi untuk era turbo, bahkan mungkin akan ada tim yang sampai mengancam untuk mundur jika usulannya ditolak.

6. Sirkuit baru akan bertebaran untuk berebut jatah menggelar F1. Segala cara akan dilakukan untuk dapat dilirik sang Bernie. Jadi kita akan menantikan akan makin banyaknya sirkuit baru. Pertanyaannya : apakah kontrak GP Australia dan Singapura akan diperpanjang? Apakah Roma akan jadi menggelar F1? Apakah Amerika akan kembali menggelar F1? Bagaimana dengan Rusia? Atau bahkan apakah akan ada GP Indonesia?(KF)

Kalender Kejuaraan Dunia F1 2011



Musim 2011 akan mendapat tambahan GP India. "Malaysian Grand Prix" akan diubah menjadi "Malaysia Grand Prix" sebagai bagian dari usaha untuk mempromosikan negaranya. Bahrain International Circuit akan kembali ke konfigurasi awal setelah bereksperimen dengan layout enam kilometer pada tahun 2010, dimana para organizer mengklaim bahwa hal tersebut dilakukan untuk merayakan hari jadi Kejuaran Dunia F1 yang ke-60, meski kemudian layout tersebut dilempari kritik negatif.

01 2011 FORMULA 1 GULF AIR BAHRAIN GRAND PRIX (Sakhir) 11 - 13 Mar
02 2011 FORMULA 1 QANTAS AUSTRALIAN GRAND PRIX (Melbourne) 25 - 27 Mar
03 2011 FORMULA 1 PETRONAS MALAYSIA GRAND PRIX (Kuala Lumpur) 08 - 10 Apr
04 2011 FORMULA 1 UBS CHINESE GRAND PRIX (Shanghai) * 15 - 17 Apr
05 2011 FORMULA 1 TURKISH GRAND PRIX (Istanbul) 06 - 08 May
06 FORMULA 1 GRAN PREMIO DE ESPAÑA 2011 (Catalunya) 20 - 22 May
07 FORMULA 1 GRAND PRIX DE MONACO 2011 (Monte Carlo) 26 - 29 May
08 FORMULA 1 GRAND PRIX DU CANADA 2011 (Montreal) 10 - 12 Jun
09 2011 FORMULA 1 GRAND PRIX OF EUROPE (Valencia) 24 - 26 Jun
10 2011 FORMULA 1 SANTANDER BRITISH GRAND PRIX (Silverstone) 08 - 10 Jul
11 FORMULA 1 GROSSER PREIS SANTANDER VON DEUTSCHLAND 2011 (Nürburgring) 22 - 24 Jul
12 FORMULA 1 ENI MAGYAR NAGYDÍJ 2011 (Budapest) 29 - 31 Jul
13 2011 FORMULA 1 BELGIAN GRAND PRIX (Spa-Francorchamps) 26 - 28 Aug
14 FORMULA 1 GRAN PREMIO SANTANDER D'ITALIA 2011 (Monza) 09 - 11 Sep
15 2011 FORMULA 1 SINGAPORE GRAND PRIX (Singapore) 23 - 25 Sep
16 2011 FORMULA 1 JAPANESE GRAND PRIX (Suzuka)07 - 09 Oct
17 2011 FORMULA 1 KOREAN GRAND PRIX (Yeongam) 14 - 16 Oct
18 2011 FORMULA 1 GRAND PRIX OF INDIA (New Delhi) * 28 - 30 Oct
19 2011 FORMULA 1 ETIHAD AIRWAYS ABU DHABI GRAND PRIX (Yas Marina Circuit) 11 - 13 Nov
20 FORMULA 1 GRANDE PRÊMIO DO BRASIL 2011 (Sao Paulo) 25 - 27 Nov

*GP Cina dan India masih menunggu kepastian dari FIA

PERLUKAH PELARANGAN TEAM ORDER?



Team order merupakan suatu istilah yang di tahun 2010 kembali mencuat karena insiden’ team order’ yang sangat vulgar ketika Massa ‘disuruh’ untuk memberikan posisi pertamanya kepada Alonso di GP Jerman. Alhasil Ferrari harus membayar denda $100.000,- karena terbukti melakukan pelanggaran regulasi mengenai team order dengan alat bukti dari rekaman radio komunikasi dan telemetri.

Istilah team order sendiri berdasarkan Sporting regulation mengenai (di dalam sesi) balapan tepatnya Article 39.1 “Team orders which interfere with a race result are prohibited.”


Saya mencoba untuk menterjemahkan sekaligus mengoperasionalkan dalam bahasa Indonesia istilah team order. Team order adalah suatu kebijakan tim yang mengintervensi jalannya suatu balapan dalam bentuk suatu perintah atau permintaan kepada salah satu atau kedua pembalapnya yang berakibat akan mempengaruhi suatu hasil akhir suatu balapan. Secara sekilas definisnya mirip dengan memanipulasi hasil balapan. Contoh yang dianggap paling jelas adalah ketika Rubens disuruh memberikan posisi pertamanya di GP Austria 2002 kepada Schumi di tikungan terakhir dan meledaklah tudingan perbuatan tidak sportif kepada Ferrari atas insiden tersebut kemudian diikutin dengan pelarangan team order.

Kedua contoh insiden tersebut sangat jelas dengan disertai alat bukti yang meyakinkan karena keduanya adalah team order yang vulgar. Tetapi bagaimana dengan strategi yang tersembunyi? Saya akan ilustrasikan 2 kejadian di 2010 :

1. Turki 2010, pasca duo Red Bull saling seruduk yang menguntungkan duo McLaren. Hamilton P1 dan Button P2, Button dengan cepat mendekati Hamilton dan terlihat akan menyalip Hamilton. Tapi tiba-tiba radio tim mengatakan “save fuel mode” kepada Button dan gagalah aksi overtaking tersebut.

2. Beberapa seri terakhir 2010, Vettel tampil lebih bagus dari Webber dan tim bersikeras untuk tidak menerapkan team order untuk Webber. Padahal Webber dalam posisi yang lebih menguntungkan untuk meraih gelar juara dunia pembalap. Sampai akhirnya di seri terakhir di Abu Dhabi Vettel mengukuhkan gelar juara dunianya.

Apakah kedua ilustrasi tersebut merukapan suatu bentuk team order? Kalau menurut saya menduga keduanya merupakan team order yang terselubung. Dalam kasus McLaren save fuel mode sama saja dengan perintah memperlambat laju mobil supaya tidak jadi melakukan overtaking.dengan adanya perintah tersebut artinya telah menginntervensi jalannya balapan dan hasil balapan. Jadi menurut saya jika McLaren misalnya memerintahkan untuk memberikan posisi kepada Button atau save fuel mode untuk Button keduanya sama saja team order. Begitupun dengan RBR memberikan posisi untuk Webber atau memberikan keuntungan lebih bagi Vettel merupakan suatu bentuk dugaan team order bagi saya. Tapi akan sulit untuk membuktikan keduanya adalah team order karena terselubung. Atau bagaimana dengan suatu konspirasi? Silahkan jawab sendiri.


Kebijakan suatu tim mengenai kedua pembalapnya merupakan suatu konsekuensi logis dari sebuah kejuaraan dengan dua gelar yang diperebutkan yaitu gelar juara dunia pembalap dan gelar juara dunia konstruktor, termasuk adanya kebijakan team order yang akan menguntungkan salah satu pembalap demi target tim secara keseluruhan. Saya tidak dalam posisi untuk mendukung atau menentang pelarangan team order, maka saya akan mencoba memberikan ilustrasi keuntungan dan kerugian dari team order :

1. Keuntungan menggunakan team order adalah jika sudah ditemukan pembalap yang akan didukung maka tim akan fokus untuk mendukung secara penuh pembalap tersebut demi target tim. Sehingga, memperbesar kesempatan untuk mengunci gelar juara dunia pembalap dan konstruktor.

2. Kerugian jika menggunakan team order adalah kesempatan tim untuk meraih kemenangan akan semakin sempit karena hanya bertumpu pada satu pembalap, pembalap kedua akan mengalami penurunan motivasi karena sudah tahu tidak akan meraih hasil puncak dan jelas akan mendapat sorotan tajam dari pers karena dianggap mencederai sportivitas.

Apakah regulasi mengenai pelarangan team order ini akan dicabut atau dipertahankan? Kita lihat saja selanjutnya.(KF)

2010: PARA PEMBALAP PAPAN ATAS


Musim 2010 mungkin salah satu musim balapan F1 terseru karena menyajikan begitu banyak pertarungan dan penentuan juara dunia hanya diketahui di seri terakhir, Abu Dhabi. Berikut review dari 5 pembalap yang berebut gelar juara dunia:

1. Sebastian Vettel, pembalap muda dari RBR ini dari awal didukung penuh oleh timnya. Di awal-awal seri tampil begitu meyakinkan, agresif, dan kencang sekaligus juga membuat para fans gregetan karena keberhasilannya meraih pole position sering tidak dilengkapi dengan kemenangan yang disebabkan oleh masalah rem, mesin, dan tentu saja kecerobohannya. Vettel adalah pembalap bagus tapi belum matang secara emosional. Makanya perlu ‘polesan’ dari seorang mentor untuk menyempurnakan performanya. Kesempatannya meraih juara dunia hampir mustahil namun keberuntungannya berbicara lain, ‘team order’ dan ‘bantuan’ dari tim-tim lainnya membuatnya juara di Abu Dhabi. Alhasil rekor juara dunia pembalap termuda pun berhasil direbut dari Hamilton.

2. Fernando Alonso, dua kali juara dunia ini membalap dengan Ferrari untuk tahun pertamanya akibat bantuan dari Santander yang memberikan dana segar yang sangat besar. Kemampuannya membalap sudah tidak diragukan lagi. Dia adalah salah satu pembalap yang banyak fansnya dan yang membencinya. Dia banyak disukai karena performanya. Dia juga banyak dibenci karena dianggap trouble maker seperti waktu membongkar spygate saga di Mclaren dan crashgate di Renault ditambah lagi dengan ‘team order’ yang sangat vulgar di Ferrari. Selama 2010 dia tidak sangat jarang ‘menebar ancaman’ diawal-awal, tetapi dia adalah kuda hitam yang sangat menakutkan. Jika pembalap lainnya yang didepan melakukan kesalahan, maka dia siap menerkam. Jika digambarkan grafik performanya makin menanjak di akhir-akhir musim yang membuatnya memuncaki klasemen pembalap dan sekaligus berkesempatan untuk menambah rekor juara dunianya. Sayangnya di seri terakhir akibat kesalahan dari strategi timnya, dia harus tertahan oleh Petrov hampir 70% dari balapan dan berakhirlah mimipinya merebut juara dunia 2010.

3. Mark Webber, ‘pembalap nomor dua RBR’ ini sangat kencang, matang dan berpengalaman. Alhasil dia lama memuncakin klasemen pembalap 2010. Performanya yang bagus di sisa perjalanan karirnya tidak didukung oleh timnya sendiri yang memilih mendukung pembalap yang lebih muda. Cuma satu kata untuk Webber, TRAGIS!!!

4. Lewis Hamilton, pembalap yang selalu dipuncak performanya ini sempat memberikan perlawanan ketat bagi pembalap lainnya. Bahkan dia mengalahkan rekan setimnya yang lebih senior. DNF di Monza dan Singapore membuatnya menjadi pembalap dengan kesempatan terkecil dalam meraih juara dunia.

5. Jenson Button, juara dunia 2009 ini sempat juah lebih bagus dari rekan setimnya dengan kehandalannya dalam tyre management. Namun keagresifan pembalap lain membuatnya ‘terkapar tak berdaya’ dan harus menyerah untuk tidak mempertahankan gelar juara dunia pembalapnya.(KF)



Déjà vu?


Minimal peristiwa ini tidak terulang lagi...

2010: SENJATA-SENJATA PAMUNGKAS


Ada 5 pembalap yang secara langsung bertarung berebut gelar juara dunia pembalap. Namun sebenarnya hanya ada 3 mobil yang kompetitif yaitu:



1. Red Bull Racing RB06, mobil rancangan Adrian Newey ini mempunyai paket aerodinamika paling efisien, seaerodinamis kepala Newey yang makin mengkilat. Paket suspensi yang mantap membuatnya dapat melaju paling cepat untuk melibas berbagai tikungan di berbagai sirkuit karena traksinya sempurna. Sisi aerodinamika tepatnya sayap depan sempat diusut karena dianggap sangat fleksibel sampai menyentuh permukaan aspal, namun akhirnya lolos juga dari pengujian FIA. Ditambah lagi dengan f-duct hasil contekan dari McLaren yang jika kurang cekatan menggunakannya dapat menerbangkan mobil seperti Webber di Valencia. Juga jangan lupakan blown diffuser hasil contekan dari Ferrari yang disempurnakan sehingga dalam keadaan throttle tertutup pun downforce tidak berkurang secara signifikan. Walaupun dengan mesin Renault yang dianggap tidak bertenaga, tapi mau tidak mau inilah mobil terkencang di 2010. Konon ada sesuatu di kolong RB6 yang kata Webber sendiri tersembunyi dengan rapi, hal ini yang membuat FIA melakukan uji lantai mobil. Kelemahannya cuma ketika menghadapi sirkuit cepat seperti Monza karena dorongan mesin yang dianggap sangat lemah dibanding Ferrari dan Mercedes.



2. Mclaren MP4/25, inilah mobil bermesin Mercedes terkencang akibat dari penemuan f-duct yang ramai-ramai dicontek oleh tim-tim lain. Jangan ragukan kemampuan kedua pembalapnya. Ditambah dengan contekan blown diffuser dari Ferrari. Alhasil kedua mobil McLaren selalu menebar ancaman di seluruh seri. Kencangnya mobil harus mengorbankan kelincahannya melibas bagis sirkuit yang twisty, padahal di musim 2010 banyak sirkuit yang membutuhkan kelincahan melibas tikungan.



3. Ferrari F10, awalnya dianggap sebagai produk gagal namun feedback dari Alonso membuatnya berkembang pesat sampai akhir musim. Mesin mereka bukan yang terkencang, tapi sangat kencang. Senjata andalan blown diffuser mereka sangat efektif dan akhirnya dicontek oleh tim-tim lain. Sayap depan mereka dianggap lebih fleksibel dari McLaren, tapi masih lebih rigid dibanding RBR. Walaupun awalnya dibuat bukan untuk Alonso, tapi development yang dilakukan Alonso sepanjang musim membuat mobil ini jauh lebih cocok untuk Alonso dibanding untuk Massa.(KF)

Selengkapnya, bisa dilihat di postingan ini: Formula 1 Technical Analyis 2010

2010 : EVALUASI 12 TIM F1



Dari 12 tim F1 yang ikut di 2010 akhirnya Red Bull Racing berhasil meraih gelar ganda pertamanya dengan perjuangan yang sangat dramatis di musim yang sangat berat. Berikut akan diulas sekilas mengenai tim-tim yang berlaga di 2010:

1. Red Bull Racing, dari awal sikap mereka jelas yaitu mendukung Vettel untuk meraih juara dunia walaupun secara eksplisit mereka tidak pernah menerapkan pembalap nomor satu dan dua. Namun mereka sempat keceplosan saat di Silverstone dengan menyebutnya pembalap nomor 2. Mereka secara sumber daya di dukung oleh tenaga ahli seperti Adrian Newey yang telah berhasil membawa beberapa orang menjadi juara dunia. Dari segi dana mereka tidak pernah kesulitan walaupun tim mereka minim sponsor, mereka hanya menonjolkan merk Red Bull sebagai bagian dari ekspansi bisnis mereka. Alhasil walaupun menggunakan mesin ketiga terkencang, mereka bisa menguasai musim 2010.

2. Mclaren Mercedes, suksesi di kubu tim ini berlangsung dengan baik. Setelah Ron Dennis mengurusi urusan yang lebih besar dan tahta di Mclaren F1 diserahkan kepada Martin Whitmarsh. Hasilnya sangat baik walaupun tidak berhasil menjadi yang terbaik mengingat persaingan yang sangat ketat di 2010. Mereka masih hampir seperti dulu yan tidak menerapkan team order kepada pembalapnya, walaupun secara pribadi ada indikasi dugaan team order di Turki pasca duo RBR saling seruduk. Satu hal yang perlu menjadi catatan adalah mereka mengalahkan secara telak tim pabrikan Mercedes yang dibentuk secara karbitan. Tahun-tahun berikutnya mereka akan lebih kencang lagi.

3. Scuderia Ferrari, tim paling tua ini sangat lekat dengan tradisi F1. Begitu pula dengan tradisi team ordernya. Alonso yang memang memiliki skill jauh lebih tinggi dari Massa seperti ke pembalap-pembalap bagus lainnya yang pernah membalap untuk Ferrari, biasa akan didukung 100% termasuk bantuan team order. Tapi Ferrari selalu menebar ancaman bagi tim lainnya, maka bukan hal yang aneh jika Ferrari menjadi target spy tim-tim lainnya. Tahun 2010 telah membuktikan Ferrari-Alonso menjadi kombinasi kuda hitam yang sangat mengancam tim lain dan akan semakin solid di tahun-tahun berikutnya.

4. Mercedes, tim karbitan ini penuh kontradiksi dan konfliks. Mereka adalah tim pabrikan dari mesin terkencang di grid saat ini tapi tidak menjadi yang terbaik, bahkan untuk bersaing berebut juara dunia pun tidak mampu padahal mereka didukung juara dunia 7 kali. Secara internal mereka mempunyai konfliks akibat hadirnya Schumi. Ross Brawn yang sudah bertahun-tahun bersama Schumi tidak akan mudah untuk pindah ke lain hati, di sisi lain tim butuh darah baru untuk sukses. Makanya Rosberg tidak begitu berkembang walaupun dia saat ini lebih kencang dari Schumi. Jika tim ini mau sukses maka sudah selayaknya Schumi kembali turun panggung dan membiarkan para juniornya mengisi kursinya.

5. Renault F1, tim setengah pabrikan ini (karena perusahaan induk mereka Renault SA merupakan pemilik minoritas tim pasca digugatnya crashgate) cukup kencang dan juga cukup mengkhawatirkan. Dengan dana yang terbatas mereka dapat menampilkan performa yang bisa mengancam tim-tim papan atas, namun mereka tak ubahnya seperti tim-tim miskin lainnya yang membutuhkan kucuran dana dari pembalap yang aka membalap untuk mereka.

6. Williams, tim yang pernah berjaya di era 1980-1990-an ini sekarang dalam kondisi ‘sekarat’. Mereka sangat kekurangan uang dan terpaksa harus menjadi seperti tim papan bawah lainnya yang meminta uang kepada pembalap barunya. Namun sisa kejayaannya dulu masih ada sampai sekarang karena mereka menjadi tim terkencang yang menggunakan mesin Cosworth. Banyak yang yakin kalau mereka mempunya senjata rahasia karena performanya jauh lebih baik dari para pengguna Cosworth lainnya. Cuma Williams-Hulkenberg yang berhasil merebut pole posistion di Brazil mengalahkan tim-tim papan atas lainnya.

7. Sauber, tim tragis ini untungnya mempunyai Peter Sauber dan Kamui Kobayashi pasca BMW mencampakan mereka dan ‘hanya’ diberikan sebuah mobil putih yang membut mereka sulit mendapatkan sponsor. Si boss Peter yang kembali turun gunung dengan berbagai cara segera kembali menangani timnya agar kembali bisa balapan, salut buat Peter Sauber. Nasib yang sama dialami Kamui yang dicerai Toyota, dia berhasil menampilkan gaya overtaking yang menawan terutama di Suzuka. Walaupun tim ini terseok-seok di awal musim, mereka cepat bangkit dan patut kita apresiasi atas kerja kerasnya.

8. Force India, tim kuda hitam ini mempunyai paket mobil yang kencang. Namun sayang hanya Sutil yang bisa menampilkan performa terbaiknya. Namun anehnya tim ini malah enggan memakai jasa pembalap dari Bollywood, entah kalau tahun-tahun berikutnya. Secara umum, Force India terbilang sukses sebagai tim F1 yang baru berdiri sejak beberapa tahun ke belakang.

9. Scuderia Toro Rosso, tim anak bawang dari RBR ini mulai mandiri membuat sasis. Tapi tetap saja mobil mereka masih terlihat identik. Mantan tim Minardi ini performannya cukup baik tapi tetap saja mereka terburuk dari pengguna mesin Ferrari lainnya. Ada kabar tim ini akan dijual oleh sang big boss, mungkin supaya pembiayaannya fokus ke satu tim saja. STR awalnya memang dijadikan bagian dari program pengembangan pembalap muda untuk kemudian "dipromosikan" ke RBR. Namun, duet Vitantonio Liuzzi dan Scott Speed dulu bisa dibilang kacau. Vettel adalah lulusan terbaik, dengan tambahan rekor satu kali balapan dengan BMW.

10. Lotus Racing, tim baru bentukan pemerintah Malaysia-Proton-Air Asia ini sebenarnya tidak ada keterkaitan dengan tim Lotus yang melegenda. Mereka hanya membeli hak penggunaan nama Lotus dari perusahaan induknya di Inggris. Tim ini didukung oleh orang-orang berpengalaman-Mike Gascoyne , Jarno Trulli dan Heiki Kovalinen ini tidak berdaya mengahdapi musim 2010. Mereka sangat terkendala oleh mesin Cosworth yang cocoknya untuk mesin pemotong rumput, alhasil Heiki malah BBQ di Singapore. Namun tahun 2011 mereka bisa lebih baik dengan pergantian mesin ke Renault dan gearbox dari Red bull.

11. Hispania Racing Team, tim ini mempunya 4 pembalap dengan menerapkan sistem arisan untuk pemilihan pembalap di setiap serinya. Tim miskin ini hidup bergantung dari saweran pembalapnya, maka pembalap yang uangnya habis akan ditendang jauh-jauh. Alhasil performa mereka tidak pernah baik. Dari awalnya saja jiwa membalap yang awalnya bernama Campos Meta ini sudah digerogoti masalah finansial.

12. Virgin Racing, kabur dari Brawn GP sang bos membeli tim Manor. Mereka satu-satunya tim yang mendesain mobilnya 100% dengan CFD dan hasilnya gagal total! Mereka lebih sering terlihat di garasi karena problem teknis dari pada melaju melibas sirkuit. Tim ini akan bisa menjadi jauh lebih baik karena sang bos mempunya jiwa petualang. Tim ini juga berkaitan dengan sejarah Indonesia, dimana Rio Haryanto pada tangga 17 November 2010 mengetes mobil VR01.(KF)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan satu lagi...


Tim yang satu ini melewati musim 2010 dengan menahan rasa malu...

Friday, December 3, 2010

Formula 1 Technical Analysis 2010




Perbandingan regulasi 2009 dengan 2010:


Analisa teknis mulai dari Bahrain sampai Abu Dhabi:



Termasuk Sporting Regulations dan Technical Regulations:



DOWNLOAD SEMUANYA DI SALAH SATU LINK BERIKUT:
FILESERVE
FILESONIC
BITSHARE

Thursday, December 2, 2010

F1 2010 Video Reviews




Vettel - 2010 World Champion

Sebastian Vettel di musim 2010 dalam 60 detik.
DOWNLOAD


BBC's F1 2010 Outro

End credits dari BBC.
DOWNLOAD


BBC's 2010 F1 Season Review

Rekap lengkap race-by-race dan interview musim 2010 dari BBC, dipandu oleh Jake Humphrey.
DOWNLOAD


RTL 7's F1 2010...(NOT SUITABLE FOR CHILDREN)

Ini video highlights F1 2010 terbaik dari RTL 7, sayang di YouTube diblok FOM... XD
Nikmati saja di sini atau DOWNLOAD!

Yang laen ayo share juga... XD

Jaguar




Kesuksesan Jaguar di Le Mans tidak berlanjut di F1.

Kejayaan sementara...

Pada tahun 1997, tiga kali juara dunia Jackie Stewart mengikuti F1 sebagai bos tim, bekerjasama dengan Ford, dimana mereka merasakan kesuksesan spektakuler tiga dekade sebelumnya. Sorotan untuk tim baru Stewart datang bersama kemenangan Johnny Herbert di GP Eropa 1999. Setahun kemudian, Ford membeli tim Stewart untuk mengikuti kejuaraan musim 2000 dengan nama Jaguar, yang merupakan bagian dari Ford Motor Company. Ada harapan tinggi untuk tim bermarkas di Milton Keynes ini saat putih dan biru Stewart-Ford memberi jalan kepada hijau Jaguar, tetapi lima tahun selanjutnya penuh dengan kekecewaan. Pergantian personil - termasuk kepergian Stewart sebagai pimpinan tim sebelum dimulainya musim 2000 - tdak membuat perubahan.

Irvine memberikan podium pertama

Eddie Irvine, runner-up tahun 1999, didatangkan dari Ferrari, tetapi 4 poin darinya menggambarkan hasil keseluruhan dari musim pertama. Irvine memberi tim finish podium pertama, di Monako 2001, dan pembalap Irlandia Utara ini mengulangi pencapaiannya di Monza setahun kemudian, tetapi keberhasilan tetaplah jarang, kembalinya usaha Jaguar untuk dua musim hanya berujung 17 poin.







Mark Webber dan Christian Klien menjadi pembalap terakhir Jaguar, keduanya hanya mampu menambah beberapa poin. Itu berarti selama lima tahun usaha hanya 49 poin dari 85 balapan. Pada bulan September 2004, diumumkan bahwa Jaguar dijual kepada salah satu sponsornya, Red Bull, perusahaan minuman energi milik milyuner Dietrich Mateschitz. Sisanya adalah awal dari sejarah baru...




Ground Strip





Lempengan ini berfungsi untuk mencegah (seandainya) terjadi peristiwa "kesetrum" massal.

Wednesday, December 1, 2010

Review F1 2010 Codemasters (PC)




F1 2010 PC versi 1.0 - Codemasters punya, dikrek Razor1911
Ukuran media: 2 DVD (5.61 GB)

Amunisi:
ASUS G51Vx-RX05
Windows Vista™ Home Premium (6.0, Build 6001) SP1
Intel Core2 Duo P7350 @ 2.00GHz (2 CPUs), ~2.00GHz
4 GB DDR2 RAM
NVIDIA GeForce GTX 260M @ 1280 x 720 (32 bit) (60Hz)

Racing wheel:
Logitech Driving Force GT
Logitech Profiler 5.10

Penantian telah usai, F1 2010 telah hadir.
(Kalo males baca review, klik yang di bawah ini aja dulu)

###Picture Gallery###
Crashes and Spills: http://www.facebook.com/album.php?aid=2062419&id=1104962865
Pitlane Action: http://www.facebook.com/album.php?aid=2062423&id=1104962865
Wet Weather Driving: http://www.facebook.com/album.php?aid=2062424&id=1104962865
The Counterparts: http://www.facebook.com/album.php?aid=2062427&id=1104962865
Career Mode: http://www.facebook.com/album.php?aid=2062425&id=1104962865
Features: http://www.facebook.com/album.php?aid=2062421&id=1104962865
#####################

###Video Montage###


***Instalasi***
Jika Anda mengalami masalah dalam meng-install F1 2010 dari DVD, Anda bisa meng-copy seluruh isi kedua DVD ke dalam satu folder di hard disk dan install dari sana.


***Menu**
Saat pertama kali memulai game, Anda langsung berada di sebuah konferensi pers. Anda akan ditanyai seputar nama, kebangsaan, berapa musim kira-kira akan membalap, sejauh mana Anda bisa menguasai jagat F1, dan membalap untuk tim mana. Kemudian Anda akan diminta untuk login Windows Live, tetapi Anda juga bisa membuat profil offline. Setelah itu, Anda akan dibawa ke motorhome berisi seorang agen dengan logatnya memperkenalkan Anda dengan fitur-fitur Career Mode. Anda bisa berjalan keluar motorhome, dimana menu F1 2010 disajikan dalam suasana paddock yang ramai. Sejalan dengan progression Anda di Career Mode, lingkungan paddock akan berubah-ubah dari satu Grand Prix ke Grand Prix lainnya.


***Career Mode***
Pastinya, Anda tidak bisa bernasib sama seperti Lewis Hamilton yang di awal karirnya langsung nyopir di McLaren. Selain beberapa fitur umum Career Mode, F1 2010 memiliki Teammate Challenge, Objectives, dan R&D. Jika Anda adalah pembalap utama tim, maka Anda akan mendapat upgrade lebih dahulu daripada rekan setim. Tidak ada pilihan menjadi Test Driver di sini. Anda harus siap menghadapi media pers dunia, seperti seorang David Croft dari BBC yang akan mewawancarai Anda tanpa emosi sama sekali. Career Mode bisa berlangsung selama 3, 5, atau 7 musim.


***Graphics***
Dengan memakai evolusi EGO engine, F1 2010 adalah sebuah game F1 yang diciptakan dengan grafis yang paling mendetail. Anda bisa melihat burung-burung terbang di atas langit melewati kepala Anda, dan pepohonan pun menggugurkan daunnya. Efek cuaca hujan ditampilkan dengan sangat luar biasa, bisa dibilang inilah satu-satunya game balap yang memiliki onboard TV cam dan helmet cam paling realisitis. Butiran air hujan juga bisa terlihat di bodywork mobil. Refleksi permukaan aspal basah akan membuat Anda berdecak kagum, dan efek motion blur semakin menambah sense of speed. Jika saatnya pit stop window tiba, Anda bisa melihat keramaian yang terjadi. Seluruh pit box dipenuhi oleh kru tiap-tiap tim. Beberapa anggota tim juga terlihat "nongkrong-nongkrong" di pitwall. Model NPC (non-playable car) pun terlihat tidak kalah menarik. Bahkan tekstur tingkat keausan nampak di permukaan karet ban.

Akan lebih sempurna jika F1 2010 memiliki TV mode lengkap dengan broadcast overlays. Salah satu kekurangan terbesar dari F1 2010 adalah tidak adanya sorotan kamera TV trackside seperti aslinya. Menonton tayangan replay mungkin membuat mual beberapa dari Anda. Anda juga tidak bisa mengikuti mobil lain a la game racesim lainnya. Swingman cam dengan free-look-nya tidak secanggih rF. Selain itu, beberapa bagian mobil masih memiliki bagian yang "kurang indah". Anda masih bisa menemukan tekstur yang "pecah" dan beberapa bodywork yang terlihat kurang mendetail. Ditambah lagi, setir untuk semua tim terlihat sangat identik, animasi penonton yang "sangat biasa", dan marshall pun bersifat acuh tak acuh. Oh, gridwalk juga absen.

Secara keseluruhan, grafis F1 2010 tetap fantastis kok. Sirkuit GP Korea yang aslinya sekarang belom beres 100% aja udah dimasukkin ke game tanpa tampilan para pekerja yang sedang mengecat tembok. Gamers yang keteteran main F1C bisa "tewas" kalo nge-install F1 2010. Dengan settingan detail paling rendah pun akan masih memberatkan para sarjana abadi F1C. F1 2010 dirilis dengan support DirectX 9, katanya patch DirectX 11 akan menyusul.


***Damage Effects***
Sayap depan bisa hancur berkeping-keping, nosecone bisa copot, kaliper rem bisa melayang, dan pastinya roda bisa menghantam seorang penonton tanpa melukai. Serpihan-serpihan selepas tabrakan lumayan realistis. Di sini tidak gampang untuk menjungkirbalikkan mobil seperti di F1C dan rF. Serat karbon bodywork pun tidak bisa menjadi bengkok atau "kentog". Yang menarik, ban bisa menderita serangan puncture yang datang tiba-tiba, membuat ban terlihat seperti agar-agar yang kenyal. Setiap efek kerusakan bisa memberi dampak pada performa mobil (tapi ga tau kalo cuman goresan-goresan dikit mah). Tentunya Anda tidak bisa mengganti sayap belakang atau memperbaiki suspensi yang patah. Jika salah satu roda lepas, Anda dinyatakan tewas di tempat. Sayang, mayat-mayat mobil terlalu cepat menghilang dari trek. Spark dari kolong mobil pun jarang nongol kecuali kalo lagi tabrakan gitu.


***Sounds***
Tidak ada suara komplain Martin Brundle atau bentakan Jonathan Legard di sini. Hanya teriakan mesin yang menjadi teman setia Anda di kokpit, khususnya ketika RPM mesin mencapai redline (mesin seperti mengeluarkan jeritan tangis!). Telinga-telinga manusia biasa hanya bisa mendengar suara mesin yang sama dari setiap mobil. Voice-over radio race engineer terdengar garing dan kehadirannya tidak membantu sama sekali, sering sekali diulang-ulang. Musik bekgron kebanyakan terdengar nyantai, dengan beberapa hentakan musik rock atau techno yang mengiringi replay. Soundtrack yang patut Anda miliki adalah "Watercolor" dari Pendulum. Bisa didonlot di: http://www.mediafire.com/?mhjhw4tuytr ato liat video isengnya di sini: http://www.mediafire.com/?zozny22tyy1. Oh, kata file readme-nya "F1 2010 takes fullest advantage of the default Rapture3D OpenAL driver..."


***Rules and Regulations***
F1 2010 memiliki regulasi berdasarkan pengawasan agan-agan steward sebenarnya (kayaknya). Mulai dari kewajiban menggunakan dua kompon ban berbeda dalam satu balapan, sampai pembatasan delapan mesin untuk satu musim. Sistem poin? Jelas sama kayak aslinya lah. Tersedia pula pilihan Race Only, Short Race Weekend, dan Long Race Weekend.

Anda bisa mendapat peringatan, hukuman, atau diskualifikasi karena beberapa pelanggaran, seperti memotong jalan, menyenggol, menyebabkan kecelakaan, illegal blocking, mengabaikan blue flag, dan tak lupa, salah satu hal yang umum dilakukan gamer yang sedang stress - driving on wrong way. Hukuman bisa berupa grid penalty, tambahan waktu dan drive-trough pitlane. Tentunya ini lebih realistis daripada F106/F1CE yang hanya meberi hukuman pembatasan kecepatan yang ga jelas. Tetapi sama saja, tidak ada false start maupun Safety Car ataupun penyusup yang bisa masuk ke trek. Red flag aja ga ada. Sequence keluar/masuk pit pun terasa ganjil, meski Anda bisa overshoot dan menabrak kru saat pit stop. Coba buktikan sendiri.

Flashback telah menjadi fitur khas game racing dari Codemasters. Anda bisa sampai menggunakan empat flashback dalam satu session. Namun, sepertinya Anda tidak bisa memperbaiki pit stop yang buruk dengan kembali ke beberapa detik sebelumnya. Jika Anda nyangkut dan susah parkir, tersedia fitur Reset to Track.


***Car Setup***
Jangan harap F1 2010 memiliki fitur car setup sekomplit F1C atau rF. Hanya beberapa elemen yang bisa di-adjust. Pengaturan gear ratios-nya aja memakai ukuran kecepatan mobil. Setidaknya Anda bisa mengatur penggunaan mesin di sini, yang memang krusial untuk kejuaraan dunia. Di samping mobil Anda ada seorang engineer cekatan yang siap membantu dengan beberapa preset settingan untuk berbagai macam kondisi trek. Tentunya hal ini membantu beberapa non-simracer alias casual gamer yang ga pengen ambil obeng obrak-abrik setingan mobil sendiri. Jika jarak tempuh balapan lebih dari sama dengan 20%, maka Anda harus mengatur strategi pit stop terlebih dahulu. Terkadang Anda ingin menggunakan prime tyres di awal untuk mengambil keuntungan di fase akhir balapan ketika grip permukaan aspal sudah meningkat, dimana option tyres juga dipasang bersama mobil yang ringan bensin. Traffic juga lebih berpengaruh sekarang. Brake bias tidak bisa di-setting on-the-fly, hanya pengaturan sayap depan dan mesin yang bisa.


***Physics and Handling***
F1 2010 mungkin adalah satu-satunya game yang "hampir" memiliki keseimbangan arcade/simulasi, tidak seperti GRID, yang jatuhnya malah lebih ke Arcade. Berbagai driving assists disediakan untuk "memanjakan" gamer. Ada Braking Assists, ABS, Traction Control, Dynamic Racing Line, Automatic Gearbox, Pit Limiter,dan Pit Box Control. Meski tidak memiliki laser-scanned track seperti halnya iRacing, simulasi F1 2010 sudah cukup terasa. Gravel bisa menempel di permukaan dan mempengaruhi handling. Pengaturan sudut sayap depan dari kokpit sedikit banyak mempengaruhi braking zone mobil. Anda juga pasti bisa merasakan perbedaan kompon ban option dengan prime, dimana setiap kompon punya suhu optimum, level grip, dan daya tahan masing-masing. Bobot berat bensin juga berpengaruh, meski ketika kehabisan bensin mobil masih bisa tetap melaju.

Anda akan menemukan sebuah momen yang menggetarkan hati ketika Anda bisa melahap satu tikungan dengan braking zone 25 meter lebih pendek dan 15 kilometer/jam lebih cepat daripada beberapa lap sebelumnya. Memang, di awal balapan Anda harus memanaskan rem dan ban terlebih dahulu. Pada saat cuaca hujan, Anda harus lebih memantau suhu keempat ban. Carilah standing water untuk mendinginkan ban. Katanya genangan air yang ada di trek F1 2010 bisa sampai berukuran sekecil 30cm. Jangan lupa pula, membuntuti mobil yang ada di depan terlalu lama bisa terkena hot air dan hilangnya grip front-end.

Braking dan cornering secara bersamaan cukup stabil di sini, dimana roda depan jarang terkunci meski tanpa memakai ABS. Opposite lock dan slip angle pun harus dipertanyakan di F1 2010. Oversteer terlalu gampang dikoreksi, perpindahan distribusi berat mobil khususnya saat hard braking terasa cacat. Proses downshifting bisa sampai turun ke posisi netral - tidak seperti pada racesim lainnya - sehingga Anda harus lebih memperhatikan indikator posisi gigi saat menghadapi tikungan-tikungan lambat - meski kebanyakan dari mereka bisa dihajar dengan gigi dua.

Bagaimanapun juga, F1 2010 bukanlah simulator.


***Artificial Intelligence***
Inilah salah satu kegagalan terbesar dari Codemasters. AI F1 2010 sungguh "menjijikan". Begitu banyak sekali bug yang harus diperbaiki. Setelah beberapa kali memainkan F1 2010, Anda bisa menyadari bahwa AI tidak konsisten dengan lap time mereka. AI terjun keluar garasi hanya untuk memenuhi trek. Mereka juga suka memakai kompon ban yang salah. Anda juga bisa tertahan di pit box karena traffic sehingga menyebabkan Anda kehilangan banyak waktu. Meski memang sudah saatnya pit window, jika masuk pit saat P3, Anda bisa keluar pit turun ke P20. Ini jelas harus dibenerin Codemasters.

Walaupun demikian, mereka benar-benar tahu bagaimana cara meng-overtake. AI di F1 2010 bisa mengoptimalkan manuver slingshot. Di trek lurus Monza, jika Anda bergerak ke sisi dalam untuk memblok AI, maka mereka akan membanting setir ke sisi luar untuk mencari celah. Kepintaran AI bisa sangat terasa di awal-awal Career Mode, dimana Anda di atas mobil HRT misalnya, harus mati-matian menggunakan segala cara untuk memblok Sebastian Vettel. Tetapi, mereka tidak terlalu pintar untuk melakukan manuver blocking. Mereka juga bisa membuat kesalahan dan menabrak AI lainnya. Saat kondisi yellow flag pun mereka kadang terlalu lambat bereaksi, sehingga memicu kecelakaan yang lebih besar. Selepas start, beberapa AI akan sedikit melebar seperti pada tikungan pertama di Bahrain. Overall, they are still smarter than Upin and Ipin.

Codemasters telah merilis statement mengenai beberapa masalah AI:http://community.codemasters.com/forum/f1-2010-game-1316/433396-ai-issues-response.html

***Gameplay***
Dengan beberapa kekurangannya, F1 2010 still gives you some fun. Anda bisa me-restart berkali-kali untuk melihat keindahan efek-efek grafis atau hanya sekedar menabrak pembalap yang paling Anda benci, kemudian menggunakan fitur Flashback sampai akhirnya kembali mengacaukan Grand Prix.


***Racing Wheel***
Yang pasti, atur dulu biar setirnya ga harus berputar 900 derajat... Ini F1, bukan Kijang XD Force Feedback-nya "kurang terasa", ga kayak RealFeel-nya rF. Monte-Carlo dan Marina Bay "terasa" flat, karena memang Codemasters tidak memindai permukaan aspal trek dengan laser. Ga jauh beda ma GRID nih, cuman di GRID rasanya lebih arcade XD Apalagi bedanya hayo? XD


***Online and Multiplayer***
Belom sempet nyoba sich - masalahnya ini pake Games for Windows Live yang bikin ribet XD (http://en.wikipedia.org/wiki/Games_for_Windows_%E2%80%93_Live#Availability). Tapi kayaknya ga bakal jauh beda dengan elemen yang sudah ada sebelumnya di GRID, termasuk online EXP. Cuman dibatasi 12-Player dengan beberapa alasan ga jelas.


***Final Verdict***
Dengan beberapa bug yang cukup menyebalkan, ada baiknya kita menunggu patch dari Codemasters sendiri, atau komunitas modder yang akan mengambilalih. Jangan percaya review yang memberi penilaian berupa angka. Yang pasti, hardcore simracer bakal kecewa berat dengan F1 2010, sementara casual gamer bakal menikmati atmosfir F1 yang tiada duanya.

Minardi


Tim milik Giancarlo Minardi yang bermarkas di Faenza selalu dikenang sepanjang 20 tahun berkompetisi. Para fans F1 menghargai pencapaian tim kecil dari Italia ini di F1, yang didominasi tim-tim besar dengan budget mereka yang besar.

Pada tahun 1979, Minardi mulai membuat mobil sendiri untuk kejuaraan F2 Eropa, dan enam tahun kemudian, ketika F2 digantikan oleh F3000, Minardi membuat keputusan untuk naik kelas. Pierluigi Martini tampil di balapan pertama di seri pembuka musim 1985 di Brazil. Minardi awalnya memakai sebuah mesin Cosworth yang sudah ketinggalan zaman, dan meski ditambah dengan pengenalan aturan mesin turbo, hal itu tidak membantu sama sekali.

Martini lalu dikeluarkan dari tim, tetapi dia dan mesin Cosworth kembali dipercaya untuk 1988, dan keduanya memberi poin pertama untuk Minardi, tepatnya di Detroit 1988. Setahun kemudian, Martini dan Luiz Perez Sala dari Spanyol, keduanya meraih poin di Silverstone, dan Minardi merangsek naik ke sepuluh besar klasemen konstruktur.

Martini di baris depan

Pada seri pembuka musim 1990 di Phoenix, Martini menempatkan M189 di baris depan grid, di samping pole-sitter Gerhard Berger di atas McLaren-nya. Setahun kemudian Martini mengemudikan M191, yang memakai mesin Ferrari, menuju posisi keempat di San Marino dan Estoril. Hasil tersebut menyamai pencapaian Martini dengan finish keempat di Kyalami pada tahun 1993. Saat pembalap Hungaria Zsolt Baumgartner finish kedelapan di Indianapolis 2004, fans Minardi merayakan poin pertama mereka sejak posisi kelima Mark Webber di Albert Park dua tahun sebelumnya.

Batu loncatan untuk bintang masa depan

Minardi telah menjadi batu loncatan awal untuk beberapa pembalap papan atas, termasuk Fisichella, Trulli, dan Alonso. Meski demikian, masalah finansial kerap mempengaruhi penampilan di trek, sesuatu yang bahkan saku yang dalam milik bos penerbangan Paul Stoddart, yang membeli Minardi pada tahun 2001, tidak berhasil membalikan keadaan.

Pada September 2005, tim dijual ke Red Bull, yang mengumumkan akan menjalankan dua tim untuk musim 2006. Para fans setia Minardi mengadakan petisi untuk sang pemilik baru supaya tetap menggunakan nama Minardi, tetapi kepentingan komersial berarti bahwa tim baru akan tampil di grid dengan nama Scuderia Toro Rosso, menandakan akhir dari sebuah era untuk sebuah tim kecil yang penuh cerita.

1950 - Kejuaraan Dunia Pertama


Kejuaraan dunia pertama F1 diresmikan pada Februari 1950. Federation Internationale de l’Automobile menyatukan enam Grand Prix dalam satu kompetisi. Poin diberikan berdasarkan hasil dari keenam GP tersebut, dan pembalap dengan poin terbanyak akan menjadi “Juara Dunia”.

Fagioli, Farina, dan Fangio.

Kompetisi baru ini menggoda Alfa Romeo untuk kembali – setelah keluar dari dunia balap selama setahun – dan tahun tersebut didominasi oleh tiga bintang pembalap Alfa: Luigi Fagioli, Giuseppe Farina, dan Juan Manuel Fangio. Alberto Ascari, membalap untuk Ferrari, adalah pesaing utama mereka; Ferrari saat itu sedang mencoba mobil barunya, dengan V-12 4.500cc, tapi sudah terlambat untuk musim 1950.

Kejuaraan tujuh balapan

Mulanya, kejuaraan tersebut secara teknis melibatkan tujuh balapan: enam di Eropa dan Indianapolis 500 di Amerika Serikat. Namun, event Indy 500 tidak pernah sepenuhnya diintegrasikan - dan meski demikian tetap menyediakan poin kejuaraan sampai tahun 1960 - hanya satu pembalap yang F1 yang ambil bagian di balapan klasik Amerika tersebut.

Balapan pertama diselenggarakan pada tanggal 13 Mei 1950 di Silverstone. Farina menang, dengan Fagioli finish kedua. Meski Fangio retire delapan lap menjelang finish, Alfa tetap Berjaya: posisi ketiga diraih Reg Parnell yang juga memakai Alfa.

Kecelakaan di Monte Carlo

Balapan selanjutnya diadakan di Monte Carlo seminggu kemudian. Kecelakaan di lap pembuka melibatkan Farina - yang sedang berada di posisi kedua - dan menutup jalan pembalap lain. Fangio, yang sedang memimpin dan tidak menyadari insiden di belakangnya, berhasil melaju melewati rongsokan mobil-mobil saat ia kembali di lap selanjutnya; Fangio akhirnya menang. Ascari raih P2, tetapi tertinggal satu lap. Dilanjutkan dengan GP Swiss, dijuarai oleh Farina dan Fagioli sebagai runner-up; Fangio retire. Semua tiga mobil Ferrari menyerah dan satu mobil Talbot, dikendarai oleh Louis Rosier finish ketiga. Spa menjadi tuan rumah GP Belgia, dan kali ini Fangio memimpin Fagioli, diikuti kembali oleh Rosier. GP Perancis dimenangkan dengan mudah oleh Fangio, dengan Fagioli lagi-lagi raih P2. Fangio mempunyai 26 points, Fagioli, 24, keduanya meninggalkan Farina di klasemen sementara.

Farina – juara dunia pertama

Balapan terakhir tahun 1950 bertempat di Monza, dan Alfa menambah dua mobil, dikemudikan oleh Piero Taruffi dan Consalvo Sanesi. Pada lap ke-24, girboks Fangio rusak dan dia kemudian mengambil alih mobil Taruffi; sayangnya silindernya juga rusak. Kesempatannya meraih gelar telah hilang. Ascari, yang mengemudikan Ferrari bermesin 4.500cc, berada di posisi kedua di fase awal balapan,sambil berharap mencuri pimpinan dari pasukan Alfa yang membutuhkan dua pit stop untuk refueling; Ferrari Ascari hanya butuh satu. Ia berhasil merebut P1, sampai kemudian mobilnya mogok. Ascari juga menukar mobil, mengambil alih mobil Dorino Serafini, dan berhasil kembali naik ke P2, di depan Fagioli. Ascari masih satu menit di belakang Farina, yang dengan kemenangannya naik di klasemen dengan 30 poin, di depan Fangio, menjadikannya sebagai juara dunia pertama.

1950 jelas sekali telah dimiliki Alfa Romeo. Alfa telah memenangi semua enam balapan di Eropa, dan “FFF” menempati tempat teratas di klasemen kejuaraan pembalap. Akan tetapi, tanda-tanda kebangkitan Ferrari sudah muncul.

Kejuaraan Dunia 1950

1. Nino Farina 30
2. Juan Manuel Fangio 27
3. Luigi Fagioli 24