Sunday, December 5, 2010

2010: PARA PEMBALAP PAPAN ATAS


Musim 2010 mungkin salah satu musim balapan F1 terseru karena menyajikan begitu banyak pertarungan dan penentuan juara dunia hanya diketahui di seri terakhir, Abu Dhabi. Berikut review dari 5 pembalap yang berebut gelar juara dunia:

1. Sebastian Vettel, pembalap muda dari RBR ini dari awal didukung penuh oleh timnya. Di awal-awal seri tampil begitu meyakinkan, agresif, dan kencang sekaligus juga membuat para fans gregetan karena keberhasilannya meraih pole position sering tidak dilengkapi dengan kemenangan yang disebabkan oleh masalah rem, mesin, dan tentu saja kecerobohannya. Vettel adalah pembalap bagus tapi belum matang secara emosional. Makanya perlu ‘polesan’ dari seorang mentor untuk menyempurnakan performanya. Kesempatannya meraih juara dunia hampir mustahil namun keberuntungannya berbicara lain, ‘team order’ dan ‘bantuan’ dari tim-tim lainnya membuatnya juara di Abu Dhabi. Alhasil rekor juara dunia pembalap termuda pun berhasil direbut dari Hamilton.

2. Fernando Alonso, dua kali juara dunia ini membalap dengan Ferrari untuk tahun pertamanya akibat bantuan dari Santander yang memberikan dana segar yang sangat besar. Kemampuannya membalap sudah tidak diragukan lagi. Dia adalah salah satu pembalap yang banyak fansnya dan yang membencinya. Dia banyak disukai karena performanya. Dia juga banyak dibenci karena dianggap trouble maker seperti waktu membongkar spygate saga di Mclaren dan crashgate di Renault ditambah lagi dengan ‘team order’ yang sangat vulgar di Ferrari. Selama 2010 dia tidak sangat jarang ‘menebar ancaman’ diawal-awal, tetapi dia adalah kuda hitam yang sangat menakutkan. Jika pembalap lainnya yang didepan melakukan kesalahan, maka dia siap menerkam. Jika digambarkan grafik performanya makin menanjak di akhir-akhir musim yang membuatnya memuncaki klasemen pembalap dan sekaligus berkesempatan untuk menambah rekor juara dunianya. Sayangnya di seri terakhir akibat kesalahan dari strategi timnya, dia harus tertahan oleh Petrov hampir 70% dari balapan dan berakhirlah mimipinya merebut juara dunia 2010.

3. Mark Webber, ‘pembalap nomor dua RBR’ ini sangat kencang, matang dan berpengalaman. Alhasil dia lama memuncakin klasemen pembalap 2010. Performanya yang bagus di sisa perjalanan karirnya tidak didukung oleh timnya sendiri yang memilih mendukung pembalap yang lebih muda. Cuma satu kata untuk Webber, TRAGIS!!!

4. Lewis Hamilton, pembalap yang selalu dipuncak performanya ini sempat memberikan perlawanan ketat bagi pembalap lainnya. Bahkan dia mengalahkan rekan setimnya yang lebih senior. DNF di Monza dan Singapore membuatnya menjadi pembalap dengan kesempatan terkecil dalam meraih juara dunia.

5. Jenson Button, juara dunia 2009 ini sempat juah lebih bagus dari rekan setimnya dengan kehandalannya dalam tyre management. Namun keagresifan pembalap lain membuatnya ‘terkapar tak berdaya’ dan harus menyerah untuk tidak mempertahankan gelar juara dunia pembalapnya.(KF)



Déjà vu?


Minimal peristiwa ini tidak terulang lagi...