Sunday, December 5, 2010

2010 : EVALUASI 12 TIM F1



Dari 12 tim F1 yang ikut di 2010 akhirnya Red Bull Racing berhasil meraih gelar ganda pertamanya dengan perjuangan yang sangat dramatis di musim yang sangat berat. Berikut akan diulas sekilas mengenai tim-tim yang berlaga di 2010:

1. Red Bull Racing, dari awal sikap mereka jelas yaitu mendukung Vettel untuk meraih juara dunia walaupun secara eksplisit mereka tidak pernah menerapkan pembalap nomor satu dan dua. Namun mereka sempat keceplosan saat di Silverstone dengan menyebutnya pembalap nomor 2. Mereka secara sumber daya di dukung oleh tenaga ahli seperti Adrian Newey yang telah berhasil membawa beberapa orang menjadi juara dunia. Dari segi dana mereka tidak pernah kesulitan walaupun tim mereka minim sponsor, mereka hanya menonjolkan merk Red Bull sebagai bagian dari ekspansi bisnis mereka. Alhasil walaupun menggunakan mesin ketiga terkencang, mereka bisa menguasai musim 2010.

2. Mclaren Mercedes, suksesi di kubu tim ini berlangsung dengan baik. Setelah Ron Dennis mengurusi urusan yang lebih besar dan tahta di Mclaren F1 diserahkan kepada Martin Whitmarsh. Hasilnya sangat baik walaupun tidak berhasil menjadi yang terbaik mengingat persaingan yang sangat ketat di 2010. Mereka masih hampir seperti dulu yan tidak menerapkan team order kepada pembalapnya, walaupun secara pribadi ada indikasi dugaan team order di Turki pasca duo RBR saling seruduk. Satu hal yang perlu menjadi catatan adalah mereka mengalahkan secara telak tim pabrikan Mercedes yang dibentuk secara karbitan. Tahun-tahun berikutnya mereka akan lebih kencang lagi.

3. Scuderia Ferrari, tim paling tua ini sangat lekat dengan tradisi F1. Begitu pula dengan tradisi team ordernya. Alonso yang memang memiliki skill jauh lebih tinggi dari Massa seperti ke pembalap-pembalap bagus lainnya yang pernah membalap untuk Ferrari, biasa akan didukung 100% termasuk bantuan team order. Tapi Ferrari selalu menebar ancaman bagi tim lainnya, maka bukan hal yang aneh jika Ferrari menjadi target spy tim-tim lainnya. Tahun 2010 telah membuktikan Ferrari-Alonso menjadi kombinasi kuda hitam yang sangat mengancam tim lain dan akan semakin solid di tahun-tahun berikutnya.

4. Mercedes, tim karbitan ini penuh kontradiksi dan konfliks. Mereka adalah tim pabrikan dari mesin terkencang di grid saat ini tapi tidak menjadi yang terbaik, bahkan untuk bersaing berebut juara dunia pun tidak mampu padahal mereka didukung juara dunia 7 kali. Secara internal mereka mempunyai konfliks akibat hadirnya Schumi. Ross Brawn yang sudah bertahun-tahun bersama Schumi tidak akan mudah untuk pindah ke lain hati, di sisi lain tim butuh darah baru untuk sukses. Makanya Rosberg tidak begitu berkembang walaupun dia saat ini lebih kencang dari Schumi. Jika tim ini mau sukses maka sudah selayaknya Schumi kembali turun panggung dan membiarkan para juniornya mengisi kursinya.

5. Renault F1, tim setengah pabrikan ini (karena perusahaan induk mereka Renault SA merupakan pemilik minoritas tim pasca digugatnya crashgate) cukup kencang dan juga cukup mengkhawatirkan. Dengan dana yang terbatas mereka dapat menampilkan performa yang bisa mengancam tim-tim papan atas, namun mereka tak ubahnya seperti tim-tim miskin lainnya yang membutuhkan kucuran dana dari pembalap yang aka membalap untuk mereka.

6. Williams, tim yang pernah berjaya di era 1980-1990-an ini sekarang dalam kondisi ‘sekarat’. Mereka sangat kekurangan uang dan terpaksa harus menjadi seperti tim papan bawah lainnya yang meminta uang kepada pembalap barunya. Namun sisa kejayaannya dulu masih ada sampai sekarang karena mereka menjadi tim terkencang yang menggunakan mesin Cosworth. Banyak yang yakin kalau mereka mempunya senjata rahasia karena performanya jauh lebih baik dari para pengguna Cosworth lainnya. Cuma Williams-Hulkenberg yang berhasil merebut pole posistion di Brazil mengalahkan tim-tim papan atas lainnya.

7. Sauber, tim tragis ini untungnya mempunyai Peter Sauber dan Kamui Kobayashi pasca BMW mencampakan mereka dan ‘hanya’ diberikan sebuah mobil putih yang membut mereka sulit mendapatkan sponsor. Si boss Peter yang kembali turun gunung dengan berbagai cara segera kembali menangani timnya agar kembali bisa balapan, salut buat Peter Sauber. Nasib yang sama dialami Kamui yang dicerai Toyota, dia berhasil menampilkan gaya overtaking yang menawan terutama di Suzuka. Walaupun tim ini terseok-seok di awal musim, mereka cepat bangkit dan patut kita apresiasi atas kerja kerasnya.

8. Force India, tim kuda hitam ini mempunyai paket mobil yang kencang. Namun sayang hanya Sutil yang bisa menampilkan performa terbaiknya. Namun anehnya tim ini malah enggan memakai jasa pembalap dari Bollywood, entah kalau tahun-tahun berikutnya. Secara umum, Force India terbilang sukses sebagai tim F1 yang baru berdiri sejak beberapa tahun ke belakang.

9. Scuderia Toro Rosso, tim anak bawang dari RBR ini mulai mandiri membuat sasis. Tapi tetap saja mobil mereka masih terlihat identik. Mantan tim Minardi ini performannya cukup baik tapi tetap saja mereka terburuk dari pengguna mesin Ferrari lainnya. Ada kabar tim ini akan dijual oleh sang big boss, mungkin supaya pembiayaannya fokus ke satu tim saja. STR awalnya memang dijadikan bagian dari program pengembangan pembalap muda untuk kemudian "dipromosikan" ke RBR. Namun, duet Vitantonio Liuzzi dan Scott Speed dulu bisa dibilang kacau. Vettel adalah lulusan terbaik, dengan tambahan rekor satu kali balapan dengan BMW.

10. Lotus Racing, tim baru bentukan pemerintah Malaysia-Proton-Air Asia ini sebenarnya tidak ada keterkaitan dengan tim Lotus yang melegenda. Mereka hanya membeli hak penggunaan nama Lotus dari perusahaan induknya di Inggris. Tim ini didukung oleh orang-orang berpengalaman-Mike Gascoyne , Jarno Trulli dan Heiki Kovalinen ini tidak berdaya mengahdapi musim 2010. Mereka sangat terkendala oleh mesin Cosworth yang cocoknya untuk mesin pemotong rumput, alhasil Heiki malah BBQ di Singapore. Namun tahun 2011 mereka bisa lebih baik dengan pergantian mesin ke Renault dan gearbox dari Red bull.

11. Hispania Racing Team, tim ini mempunya 4 pembalap dengan menerapkan sistem arisan untuk pemilihan pembalap di setiap serinya. Tim miskin ini hidup bergantung dari saweran pembalapnya, maka pembalap yang uangnya habis akan ditendang jauh-jauh. Alhasil performa mereka tidak pernah baik. Dari awalnya saja jiwa membalap yang awalnya bernama Campos Meta ini sudah digerogoti masalah finansial.

12. Virgin Racing, kabur dari Brawn GP sang bos membeli tim Manor. Mereka satu-satunya tim yang mendesain mobilnya 100% dengan CFD dan hasilnya gagal total! Mereka lebih sering terlihat di garasi karena problem teknis dari pada melaju melibas sirkuit. Tim ini akan bisa menjadi jauh lebih baik karena sang bos mempunya jiwa petualang. Tim ini juga berkaitan dengan sejarah Indonesia, dimana Rio Haryanto pada tangga 17 November 2010 mengetes mobil VR01.(KF)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan satu lagi...


Tim yang satu ini melewati musim 2010 dengan menahan rasa malu...